Posts

Perasaan Yang Rumit

Perihal perasaan memang sulit dipahami, apalagi mengenai apa isi perasaan dari seseorang. Perasaan seseorang kadang lebih sulit dimengerti daripada apa pun. Bisa saja, pada suatu ketika dia seperti memberimu harapan. Namun  pada lain waktu dia seolah tidak tertarik lagi padamu. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Namanya juga perasaan, tidak ada perasaan yang statis. Bisa saja berubah seketika, bahkan sangat drastis. Dan bisa juga berbalik arah. Begitulah perasaan diciptakan. Terjadi begitu saja, kadang mengikuti momen. Kadang sama sekali tidak bisa ditebak. Karena itu janganlah menebak-nebak perasaan dia kepadamu. Banyak orang patah hati bukan hanya karena cinta tidak terbalas. Namun dia dihukum oleh tebakannya sendiri. Menebak seolah-olah seseorang itu sayang kepadamu. Padahal dia memang orang yang baik kesemua orang. Jika sudah begini, siapa yang akan disalahkan? Juga tidak ada yang bisa lagi disesalkan. Oleh sebab itu, janganlah menebak-nebak isi perasaan seseorang. Be...

Aku Tak Ingin Dia Jadi Masa Depan Ku

“ Aku tak ingin dia menjadi masa depanku, tapi aku sangat sayang padanya ” Memikirkan masa depan yang ingin kita bangun sangatlah menyenangkan memang, tidak ada salahnya jika kau berpikiran seperti itu. Dia yang kau sayang sekarang mungkin ingin sekali membangun mimpinya berdua bersamamu, sampai kalian menua, sampai kalian tiada. Tapi kini kau membuat hal itu menjadi rumit. Kau mengkhawatirkan masalalu nya kembali. kau mengkhawatirkan seseorang yang dulu pernah menjadi kekasihnya akan merusak ikatan kalian lagi. Kau aneh, kau menulis namanya dihatimu, namun kau mengukir masalalunya dikepalamu. Mungkin tidak salah memikirkan hal-hal yang kita takutkan akan terjadi. Tapi setidaknya jangan sampai hal seperti itu membuatmu lupa diri. Yakinkan saja pada dirinya akan cintamu yang lebih luas dari cinta masalalunya yang tak seberapa itu. Meskipun kau tahu bahwa mereka dulu adalah pasangan yang serasi. Tapi ingat, berpikiran buruk akan membuatmu semakin memburuk. Ingat saja deng...

Menulis Lagi

Beberapa waktu lalu, aku teringat akan sesuatu yang mulai sering aku tinggalkan. Menulis di blog. Aku tak tahu mengapa sekarang mulai sedikit malas untuk hal-hal yang biasanya rutin aku lakukan. Mungkin efek puasa? Tentu saja ini tak jadi alasan untuk tidak menulis. Ternyata setelah kupikir-pikir aku hanya malas dan tak punya hasrat untuk lagi menulis. Namun jujur, beberapa waktu terakhir ini tak menulis aku seperti kehilangan sesuatu. Sesuatu yang selalu aku ingat dalam benak bahwasanya aku masih ada kenang dalam resah. Aku resah tak menulis, tak menulis yang semestinya kelak akan menjadi kenangan dalam ingatan. Atau mungkin begini, aku sedang tak punya seseorang di dalam hati untuk menjadi ide dalam rangkaian kata. Sebenarnya ya alasan itu sangat kuat. Karena tak ada lagi orang yang membuatku patah hati, tak lagi ada orang yang membuatku menahan perih. Mungkin indikasi ini menyebabkan hatiku baik-baik saja sehingga aku menjadi bahagia setidaknya dalam beberapa waktu ini. Karen...

Siapa Gadis Itu?

Malam itu, aku menghadiri sebuah acara di sebuah hotel yang cukup besar di kota Pekanbaru. Awalnya aku ingin datang dengan seseorang yang belakangan ini terus mengusik isi kepala. Sebelumnya aku sudah mempersiapkan acara ini dengan kehadiranku bersama dia. Tetapi berkali-kali dia hanya memberiku pengharapan saja. Hingga akhirnya dia mengirimiku pesan lewat sosial media. Maaf, aku besok jadi pergi keluar dengan seorang teman Jadi enggak bisa kita pergi, Maaf ya! Aku merenung membacanya, lalu kubiarkan dia tanpa membalas pesannya. Aku  melupakannya. Alhasil, aku pergi dengan seorang teman yang kebetulan saat itu baru saja datang dari luar kota. Aku datang tepat pukul 18.23, sedikit telat karena ada masalah saat berada di perjalanan. Setelah sampai, aku disambut dengan baik untuk mengisi daftar tamu. Lalu aku memilih kursi untuk menikmati acaranya. Aku duduk disebelah seorang gadis cantik berbaju hitam dan berambut panjang. Cukup manis, hanya saja penilaianku minus k...

Tak Baik Begini

Aku pernah sekali itu berpikir untuk melakukan sesuatu hal-hal yang kecil, hal yang terasa romantis berdua bersamamu. Bersamamu saja. Bersama orang yang kucintai. Meskipun hanya angan-angan, aku belum mengerti itu untuk siapa. Alhasil, aku melupakan angan-angan yang sederhana itu. Sempat waktu itu aku pernah membelikan sesuatu untuk seseorang. Aku memberinya cokelat. Tapi tak ada sedikitpun debar-debar waktu berdua bersamanya. Semua terkesan biasa saja, aku tak mengerti. Lalu aku mencari yang lain. Selama itu aku mencari, semua sama saja. Ternyata aku belum menemukan yang pas, yang klik dengan hati. Sejauh aku mencari tak ada yang sesuai dengan isi dada. Bahkan waktu jeda yang panjang membuatku melupakan semua. Hingga akupun mulai berkutat dengan tugas kuliah yang penuh dan menyiksa. Melihat orang-orang yang menyenangkan tiap harinya. Bahkan dekat dengan seseorang yang sesuai isi kepala. Sekali itu aku pernah melakukan hal-hal kecil yang kuingini dengan seseorang, dengan orang la...

Hujan di Bulan Juni

Hujan pertama di bulan Juni ini membuat beberapa tubuh ingin sekali merebahkan diri di dekapan orang-orang  yang sangat dicintainya. Entah mengapa, aku tak merasakan itu. Tubuhku rasanya terbiasa akan hal yang tak bisa kujelaskan lagi. Aku tak lagi rindu siapa-siapa, tak butuh lagi tawamu yang begitu renyah. Aku kalut dengan penolakanmu semalam, aku rusuh dengan kata maafmu yang membuatku lumpuh. aku  terenyuh dengan semua yang kudengar. Lalu aku patah, dan sisa hariku rusak karenamu. Meskipun kau hanya menolak ajakan kecilku, aku yakin itu adalah awal aku akan ditolak berkali-kali. Aku mengerti dengan sikapmu yang tak acuh, yang kadang menghindari tatap mata yang tiba-tiba bertemu. Aku juga tak menghindari untuk menyalahkan diri, aku salah. Seenaknya mengajakmu tiba-tiba tanpa ada pendekatan pasti. Kadang aku tak mengerti padamu, sejak awal kau tampak seperti memberi sesuatu padaku, sesuatu rasa, lalu kau coba memberiku pengharapan. Saat itu aku hanya mencoba menjaga diri...

Saling Percaya

Ada yang merenung lalu meninggalkan, ada yang meninggalkan lalu merenung. Banyak hal tidak kita sadari yang kita lewatkan begitu saja dan kita lalui dengan angkuhnya tiba saja menjadi sangat penting dalam hidup. Meninggalkan dan menanggalkan masalalu sudah menjadi cerita yang sangat sering kita dengar, bahkan sangat tidak mungkin cerita itu sudah lekat dalam cerita kita, cerita kita sendiri. Kecewa yang berlebihan setelah meninggalkan seseorang yang benar-benar memahami kita, lalu mencari orang lain dan hati lain untuk menggantikan hati yang sudah kita hancurkan. Beralasan hanya karena tak kuat menjalani hubungan jarak jauh yang beranggapan bahwa “ kalau sudah begini, saya sangat sulit percaya padanya ”. Jika benar-benar cinta, mengapa tak saling percaya? Apa mesti menjadi pribadi yang egois hanya untuk berkata bahwa “ aku tak kuat menjalani apa-apa yang sudah kami sepakati sejak awal, dia mencintaiku, aku juga mencintainya. Tetapi aku tak kuat menjalani hubungan yang s...