Posts

Sisi Lain Stadion Utama Riau

Image
Beberapa waktu yang lalu saya sempat memposting tulisan tentang ikon kota dari segi situasional yang sedang terjadi saat ini yaitu kabut asap, tapi ternyata tak begitu mengena di hati para pembaca di luar kota Pekanbaru. Mungkin mereka akan mengerti jika datang ke kota ini disaat ikon tersebut sedang memenuhi sudut kota ini. Karena itu saya merasa gagal dan juga memaklumi tulisan saya yang tak memiliki studi planologi, sosiologi dan historis suatu ikon kota. Sehingga untuk tulisan ruang publik kali ini saya mencoba untuk lebih mengikuti alur yang sudah ditentukan. Stadion adalah monumen untuk semua ayah yang sudah mati. Ia adalah monumen untuk para orang biasa. Demikian sepenggal puisi seorang Belanda bernama Henk Spaan. Pada awalnya, stadion memang dibangun sebagai tempat yang sakral bagi tim sepakbola. Tapi stadion juga jadi tempat seorang ayah tertawa dan menangis, sembari memperkenalkan dunia sepakbola kepada anaknya. Begitulah mungkin maksud beberapa penggalan puisi Hank Sp...

Kabut Kota Bertuah

Image
Pekanbaru, tak banyak orang yang tahu dimana dan seperti apa kota Pekanbaru itu. Padahal kota Pekanbaru merupakan ibukota dari provinsi yang memiliki sumber daya alam terbesar dan menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar buat negara ini. Tentu saja banyak hal menarik yang ada di kota ini. Gedung seni, perpustakaan unik, stadion olahraga termegah, mesjid bergaya Timur Tengah dan masih banyak hal yang lainnya bisa kalian temukan disini. Kalau Surabaya punya jembatan Suramadu, maka Pekanbaru punya jembatan Siak. Meski tak sepanjang Suramadu, tapi jembatan ini melintas di atas sungai yang paling dalam di indonesia. Tak hanya itu, Pekanbaru juga  punya ikon dan wahana paling abstrak disini, kabut asap. Setiap tahun kalian akan temukan wahana menarik ini memenuhi sudut kota. Akhir-akhir ini situasi udara di Pekanbaru dan beberapa wilayah disekitarnya semakin parah. Kabut asap semakin pekat. Dan status di papan ISPU(Indeks Standar Pencemar Udara) selalu berganti-ganti menunjuk...

Perihal Sekarang

Dalam hal menyatakan perasaan kepada seseorang pastilah sesuatu hal yang sangat rumit dan butuh waktu. Butuh berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk mempersiapkan itu. Mungkin yang bertahun-tahun itu mempersiapkan sekaligus menyiapkan skripsi kali ya. Oke ralat . Sebab, bagi sebagian orang menyatakan perasaan bukanlah hal yang mudah. Meski ada beberapa orang juga yang sudah terbiasa dengan itu. Tapi tetap saja mereka butuh keberanian untuk menyatakan perasaannya. Bahkan saja ada yang melupakannya atau memilih untuk mundur dan memendam semua perasaan yang ingin dia sampaikan. Karena tak semua hal bisa kita terima. Ada kemungkinan-kemungkinan yang tak bisa kita hindari. Atau bahkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja tidak mungkin. Perihal menyatakan perasaan selalu dihadapkan pada tiga kemungkinan. Diterima, ditolak, atau dipaksa menunggu. Tidak ada yang paling buruk diantara ketiganya memang. Namun satu hal yang pasti, yang kau alami harus tetap kau nikmati. Se...

Merelakan

Di sekitar kita banyak sekali hal –hal yang tak mungkin yang bisa jadi nyata. Bahkan dalam hal yang mungkin menurutmu terburuk sekali pun. Salah satu keadaan dirimu untuk bisa menemukan hal tersebut adalah saat kamu dilukai. Saat orang yang kamu sayangi, memilih pergi dengan alasan kamu dan dia sudah tidak lagi serasi. Atau mungkin alasan kamu terlalu baik untuk dia. Mungkin yang lebik klise lagi seperti restu orangtua. Meski pada halnya semua kejadian itu punya alasan tersendiri, seperti alasan sebenarnya adalah ada yang lebih baik baginya daripada kamu. Ada seseorang yang bisa membuatnya merasa lebih bahagia dibanding kamu. Meskipun tak semuanya begitu. Dan sedihnya lagi, saat dia seseorang yang kamu sayangi itu memilih pergi dan kamu masih sangat cinta padanya. Kamu sedang tidak ingin pindah ke lain hati. Bahkan, bisa jadi kamu sudah merencanakan banyak hal di masa depan yang ingin kamu lalui bersamanya. Tapi, dia tetap saja memilih pergi. Dia meninggalkanmu dengan hati yang s...

Perasaan Yang Rumit

Perihal perasaan memang sulit dipahami, apalagi mengenai apa isi perasaan dari seseorang. Perasaan seseorang kadang lebih sulit dimengerti daripada apa pun. Bisa saja, pada suatu ketika dia seperti memberimu harapan. Namun  pada lain waktu dia seolah tidak tertarik lagi padamu. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Namanya juga perasaan, tidak ada perasaan yang statis. Bisa saja berubah seketika, bahkan sangat drastis. Dan bisa juga berbalik arah. Begitulah perasaan diciptakan. Terjadi begitu saja, kadang mengikuti momen. Kadang sama sekali tidak bisa ditebak. Karena itu janganlah menebak-nebak perasaan dia kepadamu. Banyak orang patah hati bukan hanya karena cinta tidak terbalas. Namun dia dihukum oleh tebakannya sendiri. Menebak seolah-olah seseorang itu sayang kepadamu. Padahal dia memang orang yang baik kesemua orang. Jika sudah begini, siapa yang akan disalahkan? Juga tidak ada yang bisa lagi disesalkan. Oleh sebab itu, janganlah menebak-nebak isi perasaan seseorang. Be...

Aku Tak Ingin Dia Jadi Masa Depan Ku

“ Aku tak ingin dia menjadi masa depanku, tapi aku sangat sayang padanya ” Memikirkan masa depan yang ingin kita bangun sangatlah menyenangkan memang, tidak ada salahnya jika kau berpikiran seperti itu. Dia yang kau sayang sekarang mungkin ingin sekali membangun mimpinya berdua bersamamu, sampai kalian menua, sampai kalian tiada. Tapi kini kau membuat hal itu menjadi rumit. Kau mengkhawatirkan masalalu nya kembali. kau mengkhawatirkan seseorang yang dulu pernah menjadi kekasihnya akan merusak ikatan kalian lagi. Kau aneh, kau menulis namanya dihatimu, namun kau mengukir masalalunya dikepalamu. Mungkin tidak salah memikirkan hal-hal yang kita takutkan akan terjadi. Tapi setidaknya jangan sampai hal seperti itu membuatmu lupa diri. Yakinkan saja pada dirinya akan cintamu yang lebih luas dari cinta masalalunya yang tak seberapa itu. Meskipun kau tahu bahwa mereka dulu adalah pasangan yang serasi. Tapi ingat, berpikiran buruk akan membuatmu semakin memburuk. Ingat saja deng...

Menulis Lagi

Beberapa waktu lalu, aku teringat akan sesuatu yang mulai sering aku tinggalkan. Menulis di blog. Aku tak tahu mengapa sekarang mulai sedikit malas untuk hal-hal yang biasanya rutin aku lakukan. Mungkin efek puasa? Tentu saja ini tak jadi alasan untuk tidak menulis. Ternyata setelah kupikir-pikir aku hanya malas dan tak punya hasrat untuk lagi menulis. Namun jujur, beberapa waktu terakhir ini tak menulis aku seperti kehilangan sesuatu. Sesuatu yang selalu aku ingat dalam benak bahwasanya aku masih ada kenang dalam resah. Aku resah tak menulis, tak menulis yang semestinya kelak akan menjadi kenangan dalam ingatan. Atau mungkin begini, aku sedang tak punya seseorang di dalam hati untuk menjadi ide dalam rangkaian kata. Sebenarnya ya alasan itu sangat kuat. Karena tak ada lagi orang yang membuatku patah hati, tak lagi ada orang yang membuatku menahan perih. Mungkin indikasi ini menyebabkan hatiku baik-baik saja sehingga aku menjadi bahagia setidaknya dalam beberapa waktu ini. Karen...