Posts

Sadar Tak Pernah Sadar

Di sepertiga malam aku terbangun Aku keluar, mencari kedai teh yang masih buka. Menyesap beberapa batang rokok yang ku punya. Aku duduk tenang merenungi banyak hal. Hari berikutnya aku tersadar di sepertiga malam Keluar, lalu mendatangi kedai teh yang kuingat semalam Duduk tenang melamun di kursi kosong Esoknya aku terlalu cepat, aku sadar di pertengahan malam Keluar dan memilih kedai kopi Tersadar tak melamun dan terdiam Hari-hari membosankan memenuhi hidup Tanpa rekan, tanpa teman, tanpa kekasih. Kesepian ada arti, perasaan terus menyiksa Pilihan terus diusik intuisi Aku bahagia,   Sebab Aku sadar, aku tak pernah sadar @Harisyavin

Senja Dan Malam Yang Panjang

Image
Aku melempar batu ke arah jauh laut lepas sana, suara teriakan anak-anak bermain di tepi pantai mewarnai suasana sore itu. Aku menerawang sejenak, sudah hampir dua jam aku duduk di atas batu tepi pantai kota ini. Kota Kendal *** Sudah lumayan lama aku tidak mengunjungi kota ini, kota dimana ayahku dilahirkan. Kota yang berada di pinggir pantai utara pulau Jawa, yang berbatasan langsung dari ibukota Provinsi Jawa Tengah itu.  Cuaca malam itu sangat sejuk, dan aku sedang berjalan menyusuri trotoar bersama seseorang. “Kota ini banyak berubah kan?” Aku terkejut, dia yang sedari tadi tak banyak bicara kini mulai bersuara. “Ah, iya iya. Aku sedikit pangling dengan perubahan kota ini” Jelas saja aku pangling, sudah hampir delapan tahun aku tak mengunjungi kota ini. Juga bertemu dia, yang makin cantik saja. Rambutnya yang terurai panjang dan harum tubuhnya yang membuatku betah berlama-lama di dekatnya. “Apa yang mau kamu tawarkan dari kota ini sekarang?” tanyaku ...

Seorang Prajurit

Saya pernah punya mimpi tentang kamu, saya pernah punya cita-cita tentang itu Saya mencintai kamu, kamu mencintai saya. Dan hidup kita bahagia, saling memiliki, kemudian saling setia selama-lamanya. Kamu cantik, semua orang juga tahu itu. Kamu pintar, kamu sangat menyenangkan. Dan bersama kamu segalanya berjalan semakin seru dan indah. Saya ingin selalu membuat kamu tertawa bersamaku. Dan kedepannya, saya ingin membuat kamu bahagia. Mengharapkan kamu, artinya saya bersaing dengan banyak lelaki di luar sana. Dan saya siap dengan segala resikonya. Kamu dengan segala luar biasamu, dan saya dengan semua biasa-biasanya. Orang-orang bilang mimpi saya keterlaluan. Semuanya bilang saya pungguk merindukan bulan. Sampai akhirnya, satu-persatu rintangan datang. Menghantam dari kanan, kiri, depan dan belakang. Saya yang awalnya tegar pun terpaksa menyudahi mimpi saya dan menyerah. Saya pernah mendengar kalimat ini “Ada hal-hal yang memang tak bisa dipaksakan” mu...

Untuk Perempuan

Untuk perempuan Memangnya kenapa jika memulai duluan ? Takut disangka murahan ? Harusnya kami saja yang kamu sebut murahan jika semurah itu melabeli seorang perempuan murahan . Memangnya kenapa jika menunjukan suka lewat perhatian ? Takut disangka gampang ? Pemikiran ‘takut disangka gampang’ mu itu yang justru semakin mempersulit keadaan. Kami sudah kehabisan waktu. Kami, yang mulai beranjak dewasa – karena diharapkan dan dibutuhkan untuk dewasa di depan perempuan yang kami sukai – mulai muak dengan semua ini. Kami lelah ketika kamu menuhankan gengsi. Pembenaran-pembenaran seperti “ supaya enggak terkesan gampang ”, “ supaya enggak dianggap murah ”, “ supaya buat penasaran ” itu semakin kesini sepertinya semakin terasa dipaksakan dan dijadikan ‘makanan’ bagi momok menakutkan bernama gengsi . Mungkin untuk awal-awal kenal dan awal dekat, semuanya masih bisa dimaklumi. Semuanya masih indah, dan masih menimbulkan rasa-rasa kasmaran. Ketika waktunya sudah cukup lama un...

Hujan Lagi

Kutanyakan pada jutaan hujan Kenapa mereka selalu mengingatkanku akan kau? Pekanbaru sedang romantis sekali sore ini, meski ada sebagian tempat sedang terjadi riuh karena sebuah peristiwa kebakaran di salah satu perbelanjaan terkemuka di kota ini. Tapi aku tetap bilang, Pekanbaru sedang romantis sekali sore ini. Hujan baru saja reda. Dan seperti biasa, petrichor menghadirkan lagu indah yang cuma bisa didengar mereka yang sedang rindu. Di depan teras toko roti, bersama lima pemotor lain dan satu motor pekerja becak odong-odong sedang berteduh, saya bersiap melanjutkan perjalanan. Kemudian saya kembali mengingatmu. Kamu yang lebih dari cantik, kamu yang diam-diam membuat saya rindu, kamu yang membuat hal-hal kecil terlihat seru dan menyenangkan, kamu yang membuat saya merasa cukup, dan kamu yang perlahan menjauh setelah hati saya jatuh. Tentu saja saya tahu, cinta tak bisa dipaksakan. Saya sangat sadar, cinta butuh waktu dan kesempatan. Dan itu mungkin bukan sek...

Kenapa Kau Bertanya ?

            Ketika menulis ini aku sedang menikmati secangkir kopi latte dengan dua bungkus kecil gula. Sambil menunggu malam meninggi, aku melihat ke sekeliling cafe. Beberapa pasangan yang berpacaran, dua barista yang sedang sibuk meracik kopi, dan sekumpulan perempuan-perempuan yang sedang bergosip dengan suara tawa yang lebih mengganggu daripada pengamen jalanan yang bernyanyi asal-asalan.             Sembari  menikmati beberapa tegukan kecil kopi yang kupesan, aku menatap deretan tombol keyboard yang berwarna hitam dengan perasaan yang aneh. Pikiranku menerawang ... *** Pada suatu malam, kurang lebih pukul dua belas lewat dua puluh, aku baru saja tiba di rumah. Sebelumnya aku baru saja bertemu dan berkumpul sambil menikmati beberapa cangkir kopi dengan beberapa teman di cafe yang sama dengan tempatku menulis saat ini. Dengan pikiran yang berkecamuk, aku mencoba untuk tetap mengon...

Karena Kau Tahu Mengapa

Mungkin kau tahu alasan kenapa aku masih saja sendiri, tak perlu kujelaskan lagi itu. Karena kau tahu mengapa. Sejak kau diam-diam pergi dariku, tanpa kusadari runtuh semua apa yang ingin kubangun. Pondasiku tak kuat lagi menahan perih itu. Semua berserakan tanpa pasti. Waktu terasa berhenti merusak akal ku. Aku pikir aku tak mau tahu itu, aku tak ingin tahu itu. Karena aku tahu mengapa, dan kau tahu kenapa. Sebelum itu, begini Sejak kupastikan aku tak lagi sendiri saat itu, aku yakin kau juga sedang menungguku. Aku persiapkan semuanya. Aku menunggu waktu. Terus kulihat waktu yang melingkari pergelangan tangan. Menunggu tiba rencana-rencana yang sudah kusimpan di hari bahagiamu. Kucorat-coret lagi semua daftar rencanaku. Kupastikan lagi aku tak akan salah menyiapkannya. “Tenang-tenang, semuanya pasti berjalan lancar” begitu pikirku Aku semakin larut dalam permainanku sendiri, gusar berkepanjangan. Seperti daun-daun yang hampir gugur jatuh dilupakan dahan. Sebentar, ...