Posts

Orang-orang Bodoh

Image
Mayat laki-laki itu tergeletak dalam sebuah kamar sempit di sebuah rumah Dan di saku celananya terselip sebuah surat: “Kau bisa saja bersikap masa bodoh. Tidak peduli dan tak perlu lagi membicarakannya. Mengabaikan sesuatu, dimana dunia bergerak lebih cepat dari proses bernapas. ngomong-ngomong bukankah cinta yang membuat tubuhmu seperti ini tak berdaya? Perkaranya jadi rumit, karena sekalipun tidak dibicarakan ia tidak akan lenyap. begitu juga patah hati, sekalipun kau mabuk bergelas-gelas bir, dan tak sadar hatimu lagi hancur berantakan. Maka setelah kembali sadar, kau masih akan tetap patah hati” Dasar bodoh "Rasanya saya ingin sekali memukul orang-orang bodoh yang terlalu bahagia" Begitu kata Sabda Taman Karya,  15 Mei 2017 Harisyavin

Kota Dimana Kamu Hidup

Image
Segala cerita yang ingin kau sampaikan Juga kisah konyol yang ingin selalu kau ingat Atau mungkin kau lupakan Kota dimana kau hidup Pekanbaru Pekanbaru adalah   nyanyian tentang banyak mimpi. Kota warna-warni yang penuh dengan segala karakter ini memiliki hampir semuanya. Yang paling kau inginkan, sampai yang sangat tak kau inginkan. Yang membuatmu tertawa, merenung, bahkan menangis. Yang membuatmu bahagia hingga memaki, dan yang memaksamu tetap bertahan hidup. Pekanbaru tetaplah rumah bagi siapapun Ia tahu caranya menemukan kehilangan, meramaikan kesepian, hingga merayakan kekalahan. Setiap sudut di Pekanbaru dibangun dengan mimpi yang sederhana. Pekanbaru adalah sejuta semangat dan cita-cita sederhana. Walau Pekanbaru seringkali   tentang perlombaan yang memaksamu terus berlari. Coba ingat-ingat perjalananmu di pagi hari menuju kampus. Lupakan sejenak tentang semakin rumitnya kisah cintamu. Kesulitanmu menarik perhatian dia yang kau cint...

Sedikit Kisah Tentang Perempuan Gagal Move On

Image
“Jadi, kamu mau ninggalin aku?” Sandi terdiam ketika ditanya Dian seperti itu, Sandi tidak mengerti harus bagaimana untuk membuat perempuan yang satu ini tidak patah hati meskipun dengan meninggalkannya saja sudah membuatnya sangat-sangat patah hati. Dian masih saja tidak mengerti dengan Sandi yang selama ini dia pikir adalah yang terbaik untuknya, setelah Dian lebih memilih Sandi daripada Nicki, laki­-laki pertama yang ia sukai sebelum Sandi dan ternyata mereka berdua adalah teman baik. Sungguh dunia yang penuh dengan teka - teki   pikir Dian waktu itu Dan kini, mereka berdua masih saling diam. Sandi tidak tahu ingin berkata apa, sementara itu Dian masih menunduk dan menahan sesuatu yang ingin ia keluarkan selepas pertemuan yang tentu akan sangat diingat ini, sebuah teriakan atau jeritan patah hati yang hanya ia sendiri yang dengar. Apakah sebegitu perihnya akhir dari hubungan percintaan, Tuhan ? *** Hari-hari begitu sulit dilalui Dian, entah k...

Patah Hati yang Sederhana

Image
“Aku patah hati” Begitu kata Hanum singkat dari ujung telepon Janu hanya diam, dia tahu tidak ada yang paling berbahaya dari perempuan yang sedang patah hati. Dia berusaha memikirkan kata-kata yang tepat untuk balasan dari kalimat yang pamungkas itu. Hanya suara sesenggukan yang terdengar dari ujung telepon Dan Janu masih juga belum menemukan kata-kata yang tepat untuk meneduhkan hati yang sedang hancur itu. Bagaimana mungkin, Hanum adalah perempuan yang dia kagumi sejak tiga tahun lalu. Entah bagaimana bisa hanya dengan melihat foto yang muncul dari Instagram dapat membuatnya jatuh hati tanpa alasan apapun. Sungguh dunia maya yang absurd pikir Janu waktu itu.   “Janu?” Panggil Hanum dari seberang telpon dengan suara paraunya, terdengar sekali tangisannya juga belum berhenti. “Em…” Otak Janu berputar hebat, membayangkan wajah manis Hanum menjadi sendu akibat tangisan patah hatinya itu. Janu mulai berkata-kata dalam hati   Saya menyukai ...

Seperti Kisah Bodoh yang Menyenangkan

Image
Percayalah. Gerimis dan dingin itu menginspirasi. Apalagi kalau ini pekan-pekan yang sedikit membosankan, kau sendirian di kedai kopi yang isinya orang pacaran semua, Jamaica coffee yang biasa kau pesan rasanya sedang tak bisa kau bedakan dengan Aceh Gayo, earphonemu ketinggalan, telingamu pasrah dengan lagu yang diputar berkali-kali, dan tulisan yang mesti kau selesaikan malam ini menguap idenya entah ke mana. Dingin? Ah, yang benar saja. Dua hari ini Pekanbaru dingin sekali. Hujan yang hadir semalaman, cuaca mendung yang tak tahu kapan hilang. Udara dingin yang memaksa jaket terus melapisi kulit. Serta gerimis yang sulit ditebak. Dan, gerimis di luar jadi semakin menginspirasi. Jelas menginspirasimu melakukan hal-hal yang kurang penting. Beberapa hari ini saya sudah menghabiskan beberapa film yang membuat cara pandang saya sedikit berubah, senyum-senyum sendiri, ketakutan sendiri, mengharu biru mengusap air mata dan kegirangan karena menemukan waktu kosong untuk me...

Saat Diri Sendiri Berjarak Dengan Korupsi

Image
Manusia mana coba yang tidak tergiur dengan uang? Begitulah sepenggal kalimat yang saya dengar dari seorang lelaki tua di sebuah warung kopi pinggir jalan. Memang benar rasanya kita menyetujui kalimat tersebut. Tak muluk-muluk kalimat tersebut keluar dari kata-kata seorang pekerja lepas yang masih kesulitan mencari pekerjaan tetap. Kita menyadari bahwasanya uang terkadang menjadi segalanya. Akibat tuntutan zaman yang semakin keras yang segala hal kadang harus berakhir dengan uang. Sebagai manusia normal tentu saja saya tidak munafik soal uang, saya juga butuh uang.  Meskipun saya mahasiswa, saya juga butuh uang untuk kehidupan yang sejahtera selama hidup di perantauan yang tidak jauh-jauh sekali dari kampung halaman saya sendiri. Soal korupsi atau penyelundupan uang juga bukan hal yang baru lagi, saya pernah mengalami itu di masa-masa sekolah dulu. Bayangkan saja, sejak belum begitu mengenal apa-apa saya sudah merasa uang telah menjadi kebutuhan yang pokok. Bagai...

Mahasiswa Yang Buang-Buang Waktu

Apa yang kalian harapkan dari tulisan saya? Menemukan sebuah pencerahan tentang bagaimana cara menjadi mahasiswa hebat? Atau jangan-jangan hanya ingin tahu seberapa hebatkah saya berusaha untuk menulis kiat-kiat tentang rasanya menjadi “mahasiswa hebat”? Tapi maaf, bukan itu. Dan juga, saya engga peduli. Tapi mungkin kali ini kalian sedang berpikir kenapa harus membaca tulisan ini, atau mungkin saja kalian sedang enggan dan tidak ingin menghabiskan kuota internet yang tinggal sedikit itu dan hanya buang-buang waktu saja membaca tulisan ini bukan? Atau bisa saja di notif ponselmu telah masuk pesan dari seseorang yang kalian tunggu sejak tadi lalu ingin sekali segera mengabaikan tulisan ini. Atau mungkin tidak ada sama sekali sehingga kalian memutuskan untuk membaca tulisan yang sama sekali tidak berguna ini dan segera mencampakkan ponsel kalian ke atas kasur dan mengumpat “ Kan bener, sia-sia saja saya membaca tulisan sampah ini”. Atau mungkin ada kemungkinan-kemungkinan...